Kamis, 12 Maret 2015

Buku lumba-lumba

Ini buku diaryku beberapa tahun yang lalu. Tidak di isi tiap hari tapi, selalu saja ada kejadian yang membuat aku ingin menulisnya di buku ini. Dia masa laluku.
Seseorang yang kuanggap sebagai sahabat, kakak dan juga someone special. Kita tidak pernah berbicara secara langsung tapi, ketika sudah ngobrol dengannya di dunia maya kita bisa tidak tidur.
Aku menyukainya karena cuma dia yang bikin aku merasa bicara apapun tidak masalah. Tidak memikirkan apakah nanti salah, apa nanti bisa memutuskan percakapan, apa nanti marah. Aku hanya cukup berbicara sesuka hatiku. Padahal, aku jarang bisa dekat dengan orang lain. Apalagi sampai lupa waktu. Kadang orang lain tidak tahu harus menjawab apa dari lelucon atau pernyataanku.Tapi, dia bisa. 
Aku suka dia.
Hanya saja dia cuma menganggapku sahabat.
Tidak apa-apa. Aku kan sudah bilang, itu cuma masa lalu.
Dia memberiku banyak pelajaran. Hari ini aku mengingatnya lagi. Bahwa kedekatan dan kenyamanan itu tidak bisa dipaksakan. Mengalir saja seperti air. Dulu, aku juga tidak tahu bisa dekat dengan kakak  itu. Hanya nyambung dan cocok. Cuma itu.
Dan ternyata mencari hal seperti itu, susah.
Sebenarnya aku mau saja denganya tapi, mungkin kita tidak jodoh.

Aku mau punya buku diary lagi. Biar bisa tersenyum ketika membacanya.
Tapi, sebelum punya buku diary, aku mau punya penganti isinya dulu.

Penganti abigh, ahjussi, kakak kura-kuraku.

Terimakasih atas semuanya ^^
Semoga cepat sukses. Cepat dapat kerjaan yang tetap.

Senin, 09 Maret 2015

Membuka diri

Jangan katakan kamu jatuh cinta bila kamu belum membuka dirimu.
Membuka hati belum berarti membuka diri.
Mungkin,
Aku belum pernah jatuh cinta.

Sabtu, 21 Februari 2015

The End

Aku mengatakan pada diriku sendiri.
'Berhentilah mencintai orang lain. Nanti kau akan terluka'
tapi, bukankah cinta itu indah?
Hanya terkadang kau salah mengartikan bahwa itu cinta padahal bukan.
Ini saat aku menemukan cinta yang tepat.
Inikah saatnya aku menutup hatiku padamu?
Lagi...
O ya aku baru saja mendengar sebuah pepatah dari drama.
'Saat kau membuka hatimu lebih dari tiga kali maka hatimu akan robek. Setiap kau mengulanginya lagi maka akan semakin banyak robeknya. Begitulah hati yang compang-camping. Hingga kau tidak merasakan sakitnya.'
Itu yang aku rasakan sekarang.
Berkali kali tersakiti hingga aku sudah tahan dengan rasa itu.
Biasa saja.
Tidak menangis. Tidak berteriak.
Karena sudah terlalu biasa.
Lalu,
Kapan aku harus lepas dari rasa sakit ini?
Seharusnya sekarang.
tapi, entah kenapa aku belum siap untuk melepasmu sepenuhnya.
Seharusnya saat kau sudah bersamanya.
Semua sudah berakhir.
Bukankah kau sudah bahagia. Bukankah dongengmu telah selesai.
Sekarang aku yang harus menyelesaikan dongengku.
Karena mungkin aku dan kamu berada di dalam kisah yang berbeda.

Sabtu, 14 Februari 2015

Kalian.

Aku bukan bermaksud memata-matai kalian.
Atau memastikan bagaimana hubungan kalian saat ini.
Aku melihat blog gadis itu, hanya untuk memastikan kau baik baik saja.
Karena hanya dengan tulisannya aku bisa mengetahui keadaanmu.
Seandainya kau lebih sering menulis. Aku pasti lebih suka membaca tulisanmu. Wahai, kamu si kutu buku :)

Kopi

Bikin tidak bisa tidur.
Takikardi.
Ah, aku benci kopi.
Sama sepeti kamu yang bikin deg degan,
bikin tidak bisa tidur karena kepikiran.
tapi, aku tidak benci kamu.

Rabu, 11 Februari 2015

Lupa

Aku hampir lupa.
Aku menyebut kamu disini sebagai kamu.
Bukan dia.
Jadi memang tidak ada dia yang baru.
Dia adalah dia.
Kamu adalah kamu.
Yang selalu kutuliskan di sini.
Selalu kembali ke hati meskipun aku coba keluarkan berkali kali.

Minggu, 08 Februari 2015

Masih belum

Rupa-rupanya aku masih belum bisa lupa kamu.
Entah masih belum atau tidak akan.
Tidak ada yang menjawab selain waktu dan Tuhan
 

I Me My Mine Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei